
Moneybag 1327’s latest EP, Hate & Vanity, is a masterclass in unadulterated beatdown hardcore: there’s nothing flashy, nothing overly complicated—just pure, crushing energy delivered with precision. Hailing from Malaysia, the band has already earned a reputation for tight, aggressive performances, and this release leans fully into that identity, reaffirming exactly what they do best.
From the opening strike of “Gravebound,” the EP makes its intentions clear. The riffs are dense and punishing, anchored by a bass that adds substantial weight to every chord. But what truly carries the songs is the drumming: deep, powerful, and unrelenting, it locks in each riff and breakdown with a snappy, satisfying punch. The rhythm section never overplays; instead, it creates a relentless backbone that gives each track an unmistakable heft. Vocals are raspy, raw, and slightly muffled, adding a gritty texture that complements the minimalist yet devastatingly effective arrangements. The structure may be straightforward, but it’s precisely this clarity that makes the breakdown toward the end of “Gravebound” feel thick, punishing, and utterly cathartic.
“Suicide Season” keeps the momentum going while subtly expanding the sonic landscape. Riffs shift across the stereo field, creating a sense of space without sacrificing the EP’s trademark heaviness. Slow, chugging sections build tension expertly, and the double-kick drum patterns drive the breakdown home with a sense of impending destruction. The vocals maintain their harsh, gritty edge, fitting seamlessly into the song’s stripped-back, punch-first approach.
“Cold Luck” introduces a slightly faster pace but never loses sight of the knuckling beatdown energy that defines the EP. Tight drum rolls provide a hypnotic propulsion, while riffs alternate between slow, menacing grooves and sudden bursts of speed. A guest appearance from Three Knee Deep adds an extra layer of ferocity—his guttural delivery meshes naturally with Moneybag 1327’s raw production. Subtle dissonances in the slower riffs prevent the track from feeling predictable, and the breakdown lands exactly where it should: devastating and unflinching.
Ultimately, Hate & Vanity doesn’t seek to reinvent hardcore, nor does it need to. Moneybag 1327 knows their strengths and leans into them unapologetically: dense, crushing riffs; breakdowns that feel like sledgehammers; and drumming that drives the entire sonic assault. The EP thrives on simplicity, rawness, and consistency, delivering pit-ready, adrenaline-fueled hardcore that fans will return to again and again. While the drums might be the unsung MVP, the synergy of riffs, bass, and vocals ensures that every track lands with maximum impact, making Hate & Vanity a relentlessly satisfying listen from start to finish.
EP terbaru Moneybag 1327, Hate & Vanity, merupakan contoh kelas utama dalam beatdown hardcore yang tulen: tiada elemen berlebihan, tiada komplikasi—hanya tenaga mentah yang menghancurkan dengan tepat. Berasal dari Malaysia, kumpulan ini sudah terkenal dengan persembahan mereka yang ketat dan agresif, dan keluaran ini menegaskan sepenuhnya identiti itu, menunjukkan apa yang mereka lakukan dengan paling baik.
Dari dentuman pembukaan “Gravebound,” EP ini jelas menunjukkan niatnya. Riff yang padat dan memukul, diperkukuhkan oleh bass yang menambah berat pada setiap kord. Tetapi apa yang benar-benar memacu lagu-lagu ini adalah permainan dram: dalam, kuat, dan tidak berhenti, ia menyelaraskan setiap riff dan breakdown dengan hentakan yang rangup dan memuaskan. Bahagian ritma tidak berlebihan; sebaliknya, ia membina tulang belakang yang tidak henti-henti yang memberikan setiap trek berat yang tidak dapat disangkal. Vokalnya serak, mentah, dan sedikit tersekat, menambahkan tekstur kasar yang melengkapi susunan yang minimalis tetapi sangat berkesan. Struktur mungkin mudah, tetapi kejelasan inilah yang membuat breakdown di penghujung “Gravebound” terasa tebal, menghancurkan, dan memuaskan.
“Suicide Season” mengekalkan momentum sambil sedikit memperluas landskap bunyi. Riff bergerak merentasi ruang stereo, mencipta rasa ruang tanpa mengorbankan kekuatan signature EP ini. Bahagian perlahan dan chugging membina ketegangan dengan mahir, dan corak double-kick drum memacu breakdown dengan rasa kehancuran yang pasti. Vokal kekal keras dan kasar, menyatu sempurna dengan pendekatan lagu yang ringkas tetapi memukul.
“Cold Luck” memperkenalkan tempo sedikit lebih pantas tetapi tetap mengekalkan tenaga beatdown yang berat. Roll dram yang kemas memberikan dorongan hipnotik, sementara riff bergerak antara groove perlahan yang menakutkan dan letupan pantas. Penampilan tetamu dari Three Knee Deep menambah lapisan kekejaman tambahan—vokalnya yang guttural berpadu semula jadi dengan produksi mentah Moneybag 1327. Dissonansi halus dalam riff perlahan mengelakkan trek daripada menjadi terlalu boleh dijangka, dan breakdown mendarat tepat di tempatnya: menghancurkan dan tegas.
Akhirnya, Hate & Vanity tidak cuba untuk mencipta semula hardcore, dan ia tidak perlu. Moneybag 1327 mengetahui kekuatan mereka dan memfokuskan sepenuhnya padanya: riff yang padat dan menghancurkan; breakdown yang seperti tukul; dan permainan dram yang memacu seluruh serangan bunyi. EP ini berkembang melalui kesederhanaan, keaslian, dan konsistensi, menghasilkan hardcore yang sedia untuk pit dan penuh adrenalin, yang peminat akan kembali dengannya berulang kali. Walaupun dram mungkin wira tanpa nama, sinergi riff, bass, dan vokal memastikan setiap trek memberikan impak maksimum, menjadikan Hate & Vanity pengalaman mendengar yang tidak henti-henti dari awal hingga akhir.
Rating: 8/10
NOTABLE TRACKS:
Suicide Season
Cold Luck








